Langsung ke konten utama

Habibie wafat, PKPI: Habibie teknokrat sejati yang sulit tergantikan


Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menyatakan wafatnya presiden ketiga B.J. Habibie merupakan kehilangan besar bagi seluruh bangsa Indonesia.

Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa B.J. Habibie bukan hanya seorang negarawan yang layak menjadi panutan dan teladan, melainkan juga seorang teknokrat dengan karya-karya besar yang telah diakui dunia.


Verry mengatakan bahwa Habibie merupakan sosok dengan pemikiran-pemikiran yang sangat visioner untuk Indonesia, misalnya industri strategis nasional yang akan mampu menjawab tantangan bangsa pada beberapa dekade mendatang.

Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, menurut dia, memiliki hubungan emosional cukup panjang dengan Habibie, bertekad untuk melanjutkan impian B.J. Habibie dengan terus menggelorakan semangat perjuangan pantang menyerah di berbagai bidang untuk mencapai Indonesia maju dengan cara yang santun, amanah, dan sesuai dengan kepribadian luhur bangsa dan agama.


"Saya telah menginstruksikan kepada seluruh sekretariat PKPI untuk mengibarkan bendera setengah tiang, 12 sampai 14 September 2019, dan seluruh pejuang PKPI untuk mendoakan almarhum husnulkhatimah," ujar Verry.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...