Langsung ke konten utama

Hendropriyono: Kita Harus Bersihkan Negeri Ini dari Para Pengkhianat



Mantan Kepala BIN Hendropriyono mengatakan keberadaan pengkhianat di dalam negara ini sangat membahayakan keutuhan bangsa, termasuk adanya pengkhianat di kerusuhan Papua.

“Lebih bagus kita tambah 1.000 musuh daripada satu orang penghianat, kita harus membersihkan negeri ini dari orang-orang yang melakukan penghianatan,” kata Hendropriyono di Jakarta, Kamis (6/9/2019) malam.

Oleh karena itu menurut dia, rakyat dan semua elemen harus bersatu demi mencegah pengkhianat mencari panggung bagi kepentingan mereka sendiri pada kerusuhan Papua.
Caranya menurut dia, dengan tidak memberikan berbagai pandangan yang bisa menguntungkan orang-orang yang berniat membuat Papua bergejolak.

Salain itu, juga perlu adanya tindakan cooling down terhadap berbagai macam publikasi kerusuhan dan keributan yang terjadi di Papua.
“Kita harus melawan, bersatu padu dan yang mempersatukan kita cuma satu, ideologi yaitu Pancasila, kebhinekaan kita jaga supaya tidak pecah belah,” katanya seperti dilansir Antara.

Dia juga meminta kepada pihak-pihak yang membuat kerusuhan di Papua untuk berhenti mencari panggung untuk kepentingan diri, LSM atau kelompok mereka.

Sebelumnya, pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB, Hendropriyono menerima kedatangan Prabowo Subianto di kediamannya Senayan Residence. Selain temu kangen, keduanya mendiskusikan berbagai masalah kebangsaan, termasuk soal pemulihan Papua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...