Langsung ke konten utama

Kenapa Harus Berbohong Didepan Publik Wahai Ketua KPAI...?!



Kenapa Harus Berbohong Didepan Publik Wahai Ketua KPAI...?!

"Ini rupanya, ada uang di balik kutang ternyata. Masa depan anak bangsa di tuker dengan nalar sesat. Dengan dalih eksploitasi anak, padahal ada kepentingan lain dengan bloomberg. Pejabat bobrok kalau cuma mikirin waduk diri sendiri."

Berdasarkan penelusuran di website Bloomberg Initiative, seperti yg ditulis Berita Satu, Lembaga negara Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  menerima US$ 455.911 (Rp 4,285 miliar) pada Mei 2008 untuk mengeluarkan larangan iklan, promosi, dan kegiatan sponsorship oleh industri terkait tembakau.

Pada bulan yang sama, sebesar US$ 142.543 (Rp 1,339 miliar) kembali dikeluarkan. Pada Maret 2011, US$200.000 (Rp  1,88 miliar) dicairkan Bloomberg ke KPAI untuk lebih mendorong agenda pelarangan iklan-iklan rokok.

Apa yang dilakukan KPAI dan Yayasan Lentera Anak merupakan kepentingan kampanye anti rokok yang didanai oleh Bloomberg.
KPAI tercatat tiga kali menerima dana dari program tersebut seperti diunggah Pemborong Bonapid melalui akun twitter @Dolidsejakkecil.
@Dolidsejakkecil.

Menurut akun itu, sejak 2008 – 2011, mereka menerima 455.911 dolar AS untuk advokasi dan dukungan pelarangan menyeluruh terhadap iklan, promosi dan sponsorship rokok terutama terhadap perlindungan hak anak.

Selain KPAI, Yayasan Lentera Anak menerima lebih dari Rp 3 miliar untuk kepentingan Bloomberg tersebut.

#BubarkanLenteraAnak
#bubarkanKPAI."
#SaveAnakBerpretasi
#SaveBulutangkis
Netizen Bongkar Dana Miliaran Rupiah Buat Lawan Iklan Rokok dari Bloomberg
https://m.kaskus.co.id/show_post/5d7606b09a972e4d9e009191/2/-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...