Langsung ke konten utama

Pak Jokowi, Papua Barat 'Krisis' Bandara Perintis



Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengeluhkan konektivitas yang kurang ke Papua. Utamanya, Lakotani mengeluhkan konektivitas lewat udara, menurutnya langit Papua lebih efektif daripada transportasi darat.

Hal itu disampaikannya di depan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro saat diminta memberi masukan untuk Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahunan.

Lakotani meminta agar pemerintah dapat menjadikan pembangunan bandara di Papua Barat jadi prioritas, khususnya bandara perintis yang hubungkan daerah terpencil di sana.

"Bangun bandara perintis ini kita mohon untuk jadi prioritas, entah di Kemenhub atau di mana. Penting sekali ini untuk mobilitas dan konektivitas," ungkap Lakotani di Hotel Santika, Ambon, Kamis (12/9/2019).

"Kita bangun bandara itu 2-3 tahun terjadi, bikin jalan itu dua periode gubernur juga belum tentu jadi," pungkasnya.

Lakotani juga mengeluhkan kurangnya pemerintahan pusat untuk turun dalam membangun bandara perintis di daerah terpencil. Pasalnya, menurut cerita Lakotani, banda perintis lebih banyak dibangun oleh para misionaris lokal.

"Bandara perintis itu rata-rata dibangun oleh misionaris, ini yang dibilang pemerintah kurang hadir. Bandara yang dibangun pemerintah dari 0 itu sedikit, Bandara Sorong, kemudian Bandara Fakfak contohnya," papar Lakotani.

"Selebihnya itu peninggalan penjajah yang baru dikembangkan," terusnya.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4703281/pak-jokowi-papua-barat-krisis-bandara-perintis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...