Langsung ke konten utama

Pengacau Gereja, Roh Lewiatan


Kemarin salah satu yang dibahas di Doa Pengerja adalah roh lewiatan dan bagaimana roh ini menyelusup masuk ke dalam gereja lalu melancarkan aksinya.

Saya pernah tinggal di sebuah rumah dimana saya dibuat kesal karena karung beras bolong di satu sisi, mie di kardus pun seperti digerogoti dan plastiknya bolong seperti habis digigiti, belum lagi bau yang khas jika binatang ini baru saja berkeliaran di dapur.
Yaa.. Tanpa perlu melihat binatang itu, saya tahu binatang itu pasti TIKUS!!

Sama halnya, dengan mengenali gejala, situasi dan peristiwa-peristiwa yang cukup sering terjadi, berulang kali terjadi, ataupun dalam kurun waktu tertentu terjadi, kita dapat mengenali roh apa yang sedang bekerja di gereja, cool ataupun pelayanan kita.

Roh lewiatan memiliki agenda untuk menciptakan kekacauan. Cool yang sedang berkembang tiba-tiba mengalami konflik yang tak jelas sumbernya, lalu cool tersebut bubar.

Gereja yang sedang bertumbuh tiba-tiba mengalami goncangan karena desas desus yang tidak jelas maksudnya di kalangan pengerjanya.

Gossip menyebar dari mulut ke mulut. Hembusan angin Prasangka terhadap pemimpin dan kepemimpinan menjadi makin tak terkendali.

Mulai tercipta gap gap diantara masing-masing departemen, cool, pelayanan, dll.
Persaingan mulai muncul dan iri hati mulai muncul dalam wujud "komplain" karena kesempatan melayani yang kurang, dll.

Para pengerja mulai tidak mempercayai satu sama lain, terlebih lagi terhadap pemimpin.
Masing-masing mulai mencurigai motif satu sama lain.
Pemimpin curiga terhadap yang dipimpin begitupun sebaliknya.

Orang-orang tertentu yang dikonfrontasi dan ditegur karena kesalahan mereka sendiri, bad behaviour, dan kejatuhan moral, malahan Twisting Truth, memutar balikkan kebenaran di luaran sana, dengan memposisikan diri sebagai korban kekejaman gereja, pelayanan ataupun pemimpin.

Akhirnya, Kacaulah sebuah gereja, pelayanan ataupun cool.

Sekalipun, sy juga paham, ada pemimpin-pemimpin busuk, kotor dan lalim dalam pelayanan, namun seringkali roh lewiatan akan membentuk persepsi dalam diri seseorang bahwa BANYAK, KALAU TIDAK SEMUA PEMIMPIN SEPERTI ITU.

Masih sangat banyak pemimpin-pemimpin, pengerja-pengerja dan pelayanan-pelayanan yang ilahi, yang sebenarnya mereka berbuat kesalahan bukan karena motif yang jahat, namun bagian dari proses pendewasaan.

Roh lewiatan, tidak perduli dengan motif hati, apalagi proses pendewasaan. Roh tersebut akan memastikan gereja Tuhan masuk dalam pusaran kekacauan, lalu akhirnya HANCUR!

Mari, bersehati memerangi roh lewiatan dalam pelayanan kita masing-masing.

https://www.facebook.com/1057292248/posts/10217063106703973/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...