Langsung ke konten utama

Polisi Tangkap 230 Pembakar Hutan dan Lahan di Kalimantan


Operasi penangkapan pembakar hutan dan lahan yang memicu bencana kabut asap di sejumlah daerah terus dilakukan kepolisian. Sebanyak 230 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (19/9/2019), operasi penangkapan pembakar hutan dan lahan dilakukan tim gabungan TNI dan Polri di Kecamatan  Bandar  Petalang, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dengan pengawalan petugas bersenjata, ketiga tersangka dibawa dari lokasi menggunakan helikopter untuk menjalani pemeriksaan.

Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, delapan pelaku pembakar hutan dan lahan juga ditangkap polisi. Para pelaku ditangkap usai membakar lahan di tiga lokasi berbeda di kawasan Tabalar. Luas lokasi yang dibakar oleh ketiga pelaku mencapai 34 hektar.


Data dari Mabes Polri tercatat sebanyak 230 orang di sejumlah daerah sudah ditetapkan sebagai tersangka  pembakar hutan dan lahan.

Polisi juga menetapkan lima korporasi di Sumatera Selatan yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran hutan dan lahan. Penangkapan para pembakar hutan dan lahan akan terus dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...