Langsung ke konten utama

Terpilih 5 Pimpinan Baru KPK di 2019


Komisi III DPR telah selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 10 calon pimpinan (capim) KPK. Secara maraton, Komisi III DPR juga langsung melakukan pemungutan suara menentukan 5 dari 10 capim KPK.

Hasilnya, telah terpilih 5 orang pimpinan KPK. Kelimanya yakni: Nawawi Pomolango (Hakim) dengan suara 50, Lili Pintauli Siregar (LPSK) 44 suara, Nurul Ghufron (Dekan) 51, Alexander Marwata (Komisioner KPK) 53 suara, dan Firli Bahuri (Polri) 56 suara.

Sementara itu, capim yang lain yakni Johanis Tanak memperoleh 0 suara, Luthfi Jayadi Kurniawan 7 suara, Roby Arya Brata 0 suara, Sigit Danang Joyo 19 suara, dan I Nyoman Wara 0 suara.

Kemarin, Kamis, 12 September 2019, uji kelayakan dan kepatutan dilangsungkan untuk 5 capim KPK yaitu Alexander Marwata, Firli Bahuri, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, dan Roby Arya Brata.

Sedangkan untuk Rabu lalu, 5 capim KPK yang diuji yaitu Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Sigit Danang Joyo, Nawawi Pomolango, dan I Nyoman Wara.


Proses seleksi capim KPK ini diwarnai dinamika sejak panitia seleksi dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) Pansel capim KPK yang diketuai Yenti Garnasih dihujani kritik dari awal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...