Langsung ke konten utama

Istri Ahok Gendong Bayi, Kapan Melahirkan?



Foto Puput Nastiti Devi, istri Ahok menggendong bayi yang baru lahir viral. Cowok atau cewek kah bayinya?

Diketahui Puput belum melahirkan, itu bukanlah bayi mereka. Melainkan bayi milik rekannya. Netizen yang terkecoh sudah memberikan selamat pada Puput Nastiti dan Basuki Tjahja Purnama terkait foto yang beredar baru-baru ini.

Netizen yang pintar dapat memilah-milah informasi, sudah paham bahwa pasangan tersebut belum dikaruniai anak meski Puput sebelumnya sudah terlihat hamil tua.

"Bday Party Owner Hotel Pulman Thamrin,,
Pak Ketut Masagung yg ke 50 thn
Ktm Bos Pertamina, kata beliau :
Kemana aja lu, lama jg gak ktm ya hehe..
Gw blg : Siaapp perintah Bos
Singkat cerita Bos minta tlg ambilin mkn soalnya kl ngantri katanya bisa2 gak bisa mkn nih gara2 yg minta foto ngantri jg hahaa
Dlm hati gw iyee jg yaakk 😁
Sop iga plus nasgor for BTP," komen akun FB Jodi Cross Ante pada Senin (25/11/2019) dengan poto yang memperlihatkan Ahok dan Puput yang dalam keadaan perutnya yang masih membesar karena hamil.

Puput yang sedang hamil tua memang sekarang banyak ditinggal Ahok. Sang suami sedang disibukkan kegiatan barunya usai diangkat menjadi Komisaris Utama Pertamina.
Kini terjawab sudah, Ahok dan Puput masih menantikan kelahiran bayi pujaan hati mereka.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Dari Seorang Pembalap, Melawan Asa

Tidak takut mati, pria ini lihai mengendarai motornya tonton videonya disini.. https://youtu.be/rTq3Y1Bo-yU

Jembatan Terbang

Jembatan Terbang di Indonesia, saksikan videonya disini: https://youtu.be/xF3kdVfvYDs

PKPI: Karhutla Riau Merugikan Banyak Pihak, Jangan Bebankan ke Presiden

Rakyatmerdekanews.com , JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau menimbulkan bencana kabut asap. Bukan hanya aktivitas warga saja yang terganggu, kesehatan bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya. Melihat dan mengamati situasi karhutla yang terjadi, bidang Penanggulangan Bencana Nasional (PBN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) meminta penanganan yang serius dari semua pihak. "Yang menjadi pusat perhatian kami pada saat ini adalah gangguan pernafasan (ISPA), jarak pandang warga yang tertutup asap juga kerugian pada tewasnya satwa liar yang langka," ujar Jody, Kepala Departemen Relawan PBN-PKPI, Selasa (17/9/2019) siang. Menurutnya, situasi dan kondisi yang terjadi setelah musibah sudah jelas sangat merugikan banyak pihak, termasuk negara negara tetangga yang berimbas pada hubungan bilateral negara Indonesia. Untuk itu dirinya meminta jangan hanya dibebankan atau menyalahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). PBN-PK...